f RAMADHAN BULAN PENDIDIKAN QOLBU - MRI Blog's

RAMADHAN BULAN PENDIDIKAN QOLBU

RAMADHAN BULAN PENDIDIKAN QOLBU

           
    OLEH ; Drs.H.MUHAMMAD ZAINI ALI.M.Si.


STAFF DISKOPERINDAG KAB.SIAK



Rasulullah SAW bersabda:

"Beri aku jaminan terhadap dua hal terhadap dalam diri kalian yang pertama apa yang ada di antara dua pipimu yaitu mulut, dan apa yang ada di antara dua pahamu yaitu kemaluan, beri jaminan dua hal tersebut maka aku jamin kalian masuk surga". 

1. Mulut yaitu sesuatu yang masuk kedalam mulut dan sesuatu yang keluar dari Mulut. 

    Yang masuk dalam mulut,  yaitu makanan dan minuman, saat puasa mereka meninggalkan makanan, Minuman karena Allah SWT dan bukan hanya meninggalkan yang haram tapi yang Halal juga harus berhati-hati menunggu saatnya tiba. maka orang yang puasa itu sangat sensitive terhadap waktu, terutama waktu akan berbuka.

Haram ada dua

1. Haram dari jenisnya / kandungannya
2. Haram karena cara mendapatkannya
2. Yang keluar dari mulut, yaitu omongan. jangan menggunjingkan orang lain. mebicarakan kejelekan orang lain.
Tauladani  sikap Rasul saat Dakwah di Kota Thaif
Ketika Rasulullah s.a.w tidak bisa mengharapkan sesuatu apa pun dari penduduk Thaif ,maka beliau pergi meninggalkan tempat tersebut. Tetapi orang-orang di kota tersebut telah menyuruh para pemudanya agar mengikuti Rasulullah s.a.w dan mengganggunya, mengejeknya, serta melemparinya dengan batu. Sehingga kedua belah sendal beliau penuh dg cucuran darah. 

Dalam keadaan seperti inilah Rasulullah kembali dari Thaif. Dalam perjalanan pulang beliau menjumpai suatu tempat yg dirasa aman dari kejahatan orang-orang tersebut,maka Rasulullah s.a.w berdoa kepada Allah s.w.t: "Ya Allah,aku mengadukan kepada-Mu akan lemahnya kekuatanku dan sedikitnya daya upayaku pada pandangan manusia. Wahai yang Maha Rahim dari sekalian rahimin. Engkaulah Tuhannya orang-orang yg merasa lemah,dan Engkaulah Tuhanku, kepada siapakah Engkau serahkan diriku. Kepada musuh yg akan menghinaku ataukah kepada keluarga yg Engkau berikan kepadanya urusanku,tidak ada keberatan bagiku asal saja aku tetap dalam keridhaan-Mu. Dalam pada itu 'afiat-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu Yang Mulia yg menyinari seluruh langit dan menerangi semua yg gelap dan atasnyalah teratur segala urusan dunia dan akhirat, dari Engkau menimpakan atas diriku kemarahan-Mu atau dari Engkau turun atasku adzab-Mu. Kepada Engkaulah aku mengadukan urusanku sehingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan upaya melainkan melalui Engkau." 

Demikian sedihnya doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah s.a.w. sehingga jibril a.s datang dan memberi salam kepada beliau,dan berkata, "Allah s.w.t mengetahui apa yg terjadi dalam pembicaraanmu dengan kaummu, dan Allah mendengar jawaban mereka terhadapmu, dan Dia telah mengutus satu malaikat yang bertugas mengurusi gunung-gunung kepadamu untuk melaksanakan apa saja perintah yg diinginkan olehmu." Setelah malaikat itu datang dan memberi salam kepada Rasulullah s.a.w. ia berkata, "Apa yg engkau perintahkan akan saya lakukan. Jika engkau suka, saya sanggup membenturkan kedua gunung di samping kota ini bertubrukan sehingga akan mengakibatkan siapa saja yg tinggal di antara keduanya mati tertindih.Kalau tidak, apa saja hukuman yg engkau inginkan, saya siap melaksanakanya." 

Rasulullah s.a.w. yg mempunyai sifat pengasih dan mulia itu menjawab,"Saya hanya berharap kepada Allah s.w.t. Jika mereka tidak menjadi muslim ,semoga pada suatu saat nanti anak-anak mereka akan menjadi orang-orang yg menyembah dan beribadah kepada-Nya."

 Puasa akan mengajarkan kita sabar, bahkan apabila ada yang mengajak bertengkar maka kita di ajarkan untuk menjawab. saya sedang puasa. Puasa mengajarkan kita untuk meningkatkan derajat. Kalau ada teman kita marah-marah, lalu kita juga marah-marah maka sama saja, kalau ada teman kita menghina kita lalu kita balas menghina maka itu berarti sama saja, kita di ajarkan untuk mendoakan kebaikan untuk orang terebut. 

Puasa menimbulkan sikap kehatian-kehatian dan itulah yang di sebut dengan takwa.
Umar bin Khattab ra, pernah bertanya kepada sahabat Ubai bin Ka’ab ra, apa yang dimaksud dengan taqwa .Ubai berkata ”Pernahkah kamu berjalan di sebatang jalan yang dipenuhi onak dan duri ” Umar menjawab ”Ya, pernah” Ubai bertanya lagi ”Apa yang kamu lakukan ketika itu ” Umar berkata ”Aku berhati-hati dan bersungguh-sungguh” Berkata Ubai ”Itulah taqwa ”
itulah yang disebut dengan takwa. sama seperti orang yang masuk kawah candradimuka, dalam pelaksanaannya memang sulit tetapi hasilnya akan sangat terlihat. 

Ramadhan bukanlah bulan untuk tobat, Sebelas bulan kita bergelut dengan kehidupan duniawi yang semuanya itu akan Biansa...namun dalam kehidupan ini mungkin kita selalu lalai dengan kewajiban sebagai seorang Muslim, tidak jarang kita beranggapan kitalah orang yang baik, berulang kali melaksanakan ibadah haji, umroh setiap tahun atau bulan. Sementara dilingkungan dimana kita berada, anak yatim orang miskin terabaikan, sementara kita hanya sibuk dengan diri sendiri. Sudahkah kita berbuat sebagaimana yang di ajarka Al-Qur-an.
Tanda orang beriman yang bertaqwa diantaranya adalah mereka bahagia dengan kedatangan bulan suci Ramadhan dan sedih jika berpisah dengan Ramadhan sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah beserta para sahabatnya. Maka dalam hal ini Al-Qur-an berpesan kepada kita untuk tidak menunda-nunda minta ampun dan Tobat kepada Allah terhadap segala kesalahan yang dilakukan dalam hidup ini. Ramadhan bukanlah bulan untuk bertaubat... toubat itu dilakukan tidak harus menunggu datangnya Ramadhan. Namun dalam hal ini Ramadhan kembali datang sudah semestinya kita bertaubat atau memperbaharui taubat kita semoga Ramadhan yang akan kita laksanakan benar-benar akan membawa perubahan dan sampai kepada tujuan yaitu menjadi orang yang bertaqwa. Karena janji Alllah untuk orang-orang bertaqwa sangatlah istimewa seperti yang di jelaskan pada ayat berikut :

* (#þqããÍ$yur 4n<Î) ;otÏÿøótB `ÏiB öNà6În/§ >p¨Yy_ur $ygàÊótã ßNºuq»yJ¡¡9$# ÞÚöF{$#ur ôN£Ïãé& tûüÉ)­GßJù=Ï9 ÇÊÌÌÈ   tûïÏ%©!$# tbqà)ÏÿZムÎû Ïä!#§Žœ£9$# Ïä!#§ŽœØ9$#ur tûüÏJÏà»x6ø9$#ur xáøtóø9$# tûüÏù$yèø9$#ur Ç`tã Ä¨$¨Y9$# 3 ª!$#ur =Ïtä šúüÏZÅ¡ósßJø9$# ÇÊÌÍÈ  
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Ada empat ciri-ciri orang yang Muttaqin yaitu :
1.        Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,
2.        Orang-orang yang menahan amarahnya
3.        Mema'afkan (kesalahan) orang lain
4.        Orang-orang yang berbuat kebajikan.

Disamping itu setidaknya ada enam amalan utama yang dapat kita maksimalkan selama bulan Ramadan, diantaranya yaitu;
1.        Membaca Alquran.
       Rasulullah Muhammad SAW bersabda, sebagaimana hadis dengan kualitas `hadis hasan dan sahih’ yang diriwayatkan Ibnu Masud:   “ Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. (HR At-Tirmizi).
       Alquran diturunkan pada bulan Ramadan. Maka tak heran jika Rasulullah lebih sering dan lebih banyak membaca Alquran pada Ramadan dibanding bulan lainnya.
2.        Memperbanyak Sedekah.
       Islam adalah agama yang mengajak dan menganjurkan orang untuk suka memberi, berbuat kebaiakan, dan mengamalkan kebajikan.
Allah SWT berfirman dalam surah Albaqarah, “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui (QS 2:261).”
Sebuah hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik menyebutkan bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu memadamkan kemurkaan Allah dan menolak kejelekan (HR At-Tirmizi).”
Dalam hadis lain disebutkan, “Rasullulah SAW adalah orang yang paling dermawan (pemurah) dan kedermawanannya itu sangat menonjol pada bulan Ramadan. Ketika malaikat jibril menerimanya di setiap malam selama Ramadan, maka ia mengajaknya untuk men-tadabburi Alquran. Sungguh Rasulullah ketika ditemui malaikat jibril lebih dermawan daripada angin yang berembus. (HR Bukhari dan Muslim).”
3.        Memberi buka kepada orang yang berpuasa.
            Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memberi makan untuk berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala orang yang berpuasa, sebagaimana orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun pahala dari orang yang berpuasa (HR Ahmad dan An-Nasa’i).”
4.        Melaksanakan Qiyamul Lail.
       Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menjalankan qiyamu Ramadan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya (yang kecil) yang telah lalu akan diampuni.” (HR Bukhari).
5.        Melaksanakan Ibadah Umrah.
            Rasulullah SAW bersabda, “Umrah pada Ramadan sama dengan haji. Atau dikatakan, `Haji bersamaku’.” (HR Bukhari-Muslim).
6.        Mencari Lalaitul Qadr.
       Malam Lailatul Qadr adalah malam ganjil pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Bilangan malam tersebut adalah saat-saat dimana kita menuggu kedatangan Laitul Qadr. Maka gapailah salah satu malam di Ramadan yang lebih baik dari malam seribu bulan.





Jazakumulloh khairan katsiro.
semoga bermanfaat.
Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan
semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT







MZ@

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages